Jika membaca panduan SEO, Anda pasti pernah diberi tahu untuk membuat sitemap. Bagi orang yang baru belajar SEO, istilah ini memang terdengar asing. Namun, tak perlu khawatir. Anda sudah datang ke artikel yang tepat. Di artikel ini kami akan membahas apa itu sitemap, jenis-jenis sitemap, hingga cara membuat sitemap di WordPress

Yuk kita mulai dari pembahasan apa itu sitemap!

Apa Itu Sitemap?

Sitemap adalah file yang berisi halaman, gambar, dan file-file yang ada di website. Seperti namanya, map (peta), sitemap berfungsi untuk mengarahkan pengunjung dan mesin pencari ke informasi yang mereka butuhkan. 

Sitemap sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu sitemap HTML dan sitemap XML. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Cara membuat dan mengaktifkan masing-masing sitemap ini pun berbeda. Nah, apa saja perbedaannya? 

Kita mulai dulu dari sitemap HTML. Sitemap HTML adalah sitemap yang ditujukan kepada pengunjung website. Pengunjung bisa mendapatkan informasi berupa halaman apa saja yang ada di website Anda dari sitemap ini. 

Di sisi lain, sitemap XML adalah sitemap yang ditujukan untuk bot mesin pencari. XML sitemap berisi informasi metadata halaman-halaman di website Anda, kapan halaman di-update, hingga seberapa sering sebuah halaman diperbarui. Bot mesin pencari akan melakukan crawling ke sitemap XML ini untuk menemukan informasi penting di halaman website Anda. 

Mengapa Anda Perlu Membuat Sitemap?

Dari pengertian sitemap HTML dan sitemap XML di atas, mungkin Anda sudah mendapatkan gambaran sedikit kenapa sitemap ini penting. Setidaknya ada tiga alasan kenapa Anda perlu membuat sitemap untuk website Anda. 

Pertama, sitemap memudahkan halaman website Anda untuk ditemukan oleh bot mesin pencari. Alhasil proses crawling dan indexing akan berjalan lebih cepat. 

Kedua, sitemap akan memberi tahu mesin pencari setiap ada perubahan atau update pada halaman-halaman di website Anda. 

Ketiga, manfaat sitemap benar-benar bisa dirasakan ketika website Anda sudah memiliki halaman yang sangat banyak. Sitemap memudahkan bot mesin pencari dalam membaca halaman-halaman di website Anda meskipun interlink-nya buruk. 

Panduan Membuat Sitemap di WordPress

Seperti yang sudah kami sebutkan sebelumnya, sitemap XML dan HTML sama pentingnya. Oleh karena itu, Anda perlu membuat kedua sitemap tersebut. Nah, di bawah ini kami akan menjelaskan bagaimana membuat sitemap HTML dan XML secara lengkap.  

Cara Membuat Sitemap HTML

Untuk membuat sitemap HTML, Anda memerlukan plugin. Plugin tersebut adalah WP Sitemap Page. 

Pertama, install dan aktifkan plugin WP Sitemap Page di WordPress. Anda bisa langsung memasangnya melalui direktori WordPress atau mengunduhnya melalui link ini

Kedua, buat halaman baru. Untuk memudahkan Anda, sebaiknya beri nama Sitemap untuk halaman tersebut. Kemudian masukkan shortcode [wp_sitemap_page] di situ. 

Ketiga, terbitkan halaman tersebut. Setelah berhasil diterbitkan, kunjungi halaman itu untuk mengecek hasil sitemap HTML yang telah Anda buat. 

Selesai, Anda telah berhasil membuat sitemap HTML. Selanjutnya, Anda akan belajar bagaimana cara membuat sitemap XML menggunakan plugin.

Cara Membuat Sitemap XML

Sama seperti cara di atas, untuk membuat sitemap XML, Anda juga memerlukan plugin. Ada dua plugin yang bisa Anda gunakan, yaitu Yoast SEO dan Google XML Sitemap. Anda tidak bisa menggunakan keduanya secara bersamaan untuk membuat sitemap XML. Jadi pilih salah satu saja. 

Membuat Sitemap XML dengan Plugin Yoast SEO

Yoast SEO adalah plugin SEO dengan fitur yang cukup lengkap. Salah satu fitur yang bisa Anda manfaatkan adalah membuat sitemap XML. Berikut langkah-langkah membuat sitemap XML menggunakan Yoast SEO:

Pertama, install dan aktifkan plugin Yoast SEO di WordPress. Anda bisa mengunduhnya di sini atau memasangnya langsung melalui direktori plugin di WordPress Anda. 

Kedua, setelah plugin aktif, buka dashboard WordPress dan pilih menu SEO. Anda akan diarahkan ke pengaturan umum Yoast SEO. Kemudian pilih setting Features lalu aktifkan fitur Advanced settings pages.

Ketiga, fitur tersebut akan mengaktifkan sitemap XML di website Anda. Setelah itu, Anda bisa lihat di bawah menu SEO akan muncul menu baru, yaitu XML Sitemaps. Klik menu tersebut. 

Keempat, Anda perlu memastikan kalau fitur XML Sitemaps telah diaktifkan (enabled). Jika sudah aktif (enabled), Anda tidak perlu melakukan pengaturan tambahan apa pun. Kik Save Changes, dan Anda telah berhasil membuat sitemap XML menggunakan Yoast SEO.  

Membuat Sitemap XML dengan Plugin Google XML Sitemap

Berbeda dari Yoast SEO, Google XML Sitemap adalah plugin khusus sitemap XML. Jadi fungsinya hanya untuk mengaktifkan sitemap XML di situs Anda, tanpa ada fitur SEO lainnya. Cara membuat sitemap XML menggunakan plugin Google XML Sitemap tidak jauh berbeda dengan Yoast SEO. Berikut panduan lengkapnya:

  • Pertama, install dan aktifkan plugin Google XML Sitemap. Anda bisa memasangnya langsung melalui direktori plugin di WordPress atau mengunduhnya langsung di sini
  • Kedua, setelah plugin berhasil diaktivasi, plugin ini akan secara otomatis membuat sitemap XML untuk website Anda. 
  • Ketiga, untuk melihat sitemap XML yang telah dibuat, Anda perlu buka Setting > XML-Sitemaps. Di pengaturan ini Anda akan melihat sitemap XML yang telah dibuat oleh Google XML Sitemap. Anda bisa melakukan beberapa perubahan pengaturan jika perlu.

Submit Sitemap XML ke Google Search Console

Nah, setelah membuat sitemap XML, baik menggunakan Yoast SEO maupun Google XML Sitemap, Anda perlu mensubmitnya ke Google. Untuk mensubmit sitemap XML ke Google, Anda perlu menggunakan Google Search Console. Berikut langkah-langkahnya:

Pertama, buka Google Search Console lalu pilih website Anda. 

Kedua, pilih menu Crawl > Sitemaps di dashboard Google Search Console

Ketiga, setelah itu klik Add/Test Sitemap

Keempat, tambahkan URL sitemap XML Anda. URL sitemap biasanya akan berbentuk seperti ini www.websitesaya.com/sitemap.xml. Jika sudah menambahkan URL sitemap XML, klik tombol Submit.

Kelima, tunggu persetujuan dari Google. Biasanya ini akan memakan waktu hingga beberapa hari. 

Simpulan

Mudah sekali, bukan? Membuat sitemap tidak sesulit yang Anda bayangkan. Sitemap HTML dan sitemap XML bisa dibuat menggunakan bantuan plugin. Anda hanya perlu mengaktifkan plugin dan mereka yang akan bekerja untuk Anda.

Setelah berhasil membuat sitemap, kini website Anda akan lebih cepat masuk ke halaman index Google. Dengan begitu, website Anda sudah bisa muncul di hasil pencarian Google. Anda hanya perlu melakukan optimasi SEO lainnya sehingga website Anda bisa muncul di halaman teratas hasil pencarian Google.