Memasarkan produk di media sosial bukan lagi hal yang asing. Bahkan sudah menjadi hal lumrah bagi para pebisnis untuk berjualan di media sosial. Namun, tidak sedikit dari para pebisnis pemula yang belum tahu bagaimana sih cara memasarkan produk di media sosial? Nah, di artikel ini kami akan mengupas tuntas soal social media marketing, yaitu cara memasarkan produk di media sosial.

Apa Itu Social Media Marketing?

Bukan sekadar soal memposting di media sosial, pengertian social media marketing jauh lebih luas dari itu. Social media marketing adalah cara menggunakan media sosial untuk membangun citra bisnis dan meningkatkan keuntungan bagi bisnis.

Jadi, social media marketing berbeda dengan aktivitas media sosial biasa. Anda tidak bisa hanya sekadar memposting sesuatu di media sosial untuk bisnis. Harus ada riset, strategi, dan tujuan yang ingin dicapai. 

Social media marketing sendiri terdiri dari dua bagian, yaitu organik dan ads. Dua-duanya perlu Anda manfaatkan dalam strategi social media marketing untuk mendapatkan hasil yang efektif. 

Nah, sebelum mempelajari bagaimana membuat strategi social media marketing yang efektif, ada baiknya untuk tahu kenapa Anda harus menerapkan social media marketing. Apa saja manfaatnya untuk bisnis Anda. Simak penjelasannya berikut ini.

Mengapa Anda Harus Menerapkan Social Media Marketing?

Kenapa sih harus menerapkan social media marketing? Apakah cara ini efektif untuk mendatangkan keuntungan untuk bisnis Anda? Jawaban singkatnya, ya tentu saja bisa. Jawaban lebih lengkapnya ada di poin-poin di bawah ini.

1. Pelanggan Anda Menggunakan Media Sosial

Alasan pertama tentu saja karena kebanyakan pelanggan Anda menggunakan media sosial. Bahkan media sosial sudah menjadi bagian penting dari kehidupan pelanggan Anda. Di Indonesia saja, pengguna internet mengakses media sosial 4 jam per hari.

Jika bisnis Anda belum muncul di media sosial, Anda telah melewatkan kesempatan besar. Dari 4 jam per hari tersebut, seharusnya ada saat di mana bisnis Anda muncul di halaman media sosial pelanggan. Apabila bisnis Anda belum muncul di sana, siapa yang pelanggan Anda lihat? Tentu kompetitor Anda.

2. Pelanggan Mencari Informasi di Media Sosial

Dengan konsumsi media sosial yang begitu besar, orang-orang pun menjadikan media sosial sebagai salah satu sumber informasi terpercaya. Mereka mengikuti akun-akun brand, influencer, hingga tag yang berkaitan dengan brand atau produk tertentu.

Dari situlah pelanggan mendapatkan informasi soal detail produk, harga, promosi, diskon, hingga review. Dengan media sosial, Anda bisa mempengaruhi keinginan dan kebutuhan calon pelanggan. Kemudian Anda bisa mengarahkan mereka untuk membeli produk Anda.

3. Meningkatkan Brand Awareness

Pelanggan cenderung membeli produk dari brand atau merek yang sudah mereka kenal. Mereka bahkan rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk merek-merek yang sudah terkenal. Nah, bagaimana dengan bisnis Anda?

Apakah bisnis Anda sudah cukup dikenal oleh banyak orang? Jika belum, tak perlu khawatir. Anda bisa meningkatkan brand awareness bisnis Anda menggunakan media sosial. Dengan strategi social media marketing yang tepat, orang-orang akan semakin familiar dan kenal dengan produk dan merek bisnis Anda.

4. Menjangkau Audiens yang Spesifik

Jika menjalankan kampanye marketing menggunakan media tradisional, sulit untuk menjangkau audiens yang spesifik. Ambil saja contoh seperti pamflet, baliho, atau iklan baris di koran. Siapa yang benar-benar Anda jangkau? Tentu sangat random, bukan?

Nah, dengan social media marketing, Anda bisa menargetkan audiens yang sangat spesifik. Bahkan Anda bisa menentukan karakteristik audiens yang sesuai dengan bisnis Anda. Anda bisa menentukan jenis kelamin, usia, lokasi, hingga pekerjaan.

5. Bisa Melakukan Retargeting

Hebatnya lagi, dengan social media marketing, Anda bisa melakukan retargeting. Apa itu retargeting? Retargeting adalah menampilkan iklan kepada orang-orang yang pernah mengunjungi profil media sosial atau melihat postingan Anda.

Ini tentu sangat berguna. Sebab pelanggan akan terus menerus melihat profil media sosial bisnis Anda di media sosial mereka. Dengan begitu, mereka akan tergerak untuk membeli produk dari bisnis Anda, bukan dari kompetitor.

6. Biayanya Tidak Mahal

Namanya memang terdengar mentereng, social media marketing. Namun, Anda tidak perlu menghabiskan uang banyak jika bisa menemukan strategi yang tepat. Dengan menyusun strategi social media marketing yang tepat, Anda bisa menekan biaya seminimal mungkin untuk hasil yang maksimal. 

7. Membantu Kualitas SEO Website Anda

Pada dasarnya, media sosial tidak punya pengaruh langsung terhadap SEO. Walaupun begitu, bukan berarti media sosial bisa tidak berperan sama sekali terhadap kualitas SEO Anda. Sebab media sosial bisa membantu Anda mendapatkan audiens baru untuk website Anda. 

Dengan menerapkan social media marketing, Anda bisa membuat kampanye viral untuk konten-konten Anda di website. Dengan begitu, Anda bisa mendatangkan trafik dari media sosial ke website. Tentunya trafik yang tinggi ini akan mempunyai efek bagus untuk kualitas SEO Anda.

8. Kompetitor Anda Sudah Menerapkan Social Media Marketing

Terakhir dan tak kalah penting adalah kompetitor Anda sudah menerapkan social media marketing. Ya, kompetitor-kompetitor Anda sudah memulai duluan. Coba amati kompetitor Anda dan media sosial mereka. 

Jika mereka sudah menerapkan social media marketing, jangan khawatir. Tidak ada kata terlambat. Di sini Anda akan belajar bagaimana menyusun strategi social media marketing yang tepat untuk bisnis Anda.

Cara Membuat Strategi Social Media Marketing

Nah, setelah memahami pentingnya social media marketing, Anda dapat belajar bagaimana menyusun social media marketing. Berikut langkah-langkahnya:

1. Lakukan Riset Audiens

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah riset audiens. Siapa audiens utama Anda? Untuk siapa Anda membuat konten di media sosial? Apa yang dibutuhkan audiens Anda? Anda bisa menemukan semua jawabannya melalui riset audiens.

Untuk bisa membuat kampanye marketing di media sosial yang efektif, Anda harus mengenal audiens Anda terlebih dahulu. Anda tidak bisa membuat konten untuk semua orang. Mengapa? Karena pengguna media sosial itu berbagai macam karakternya. Jika Anda membuat konten untuk semua orang, Anda tidak bisa menarik perhatian siapa pun.

Jadi, pertama cari tahu siapa target audiens utama social media marketing Anda. Buat target audiens sespesifik mungkin. Anda bisa melakukan survey dengan menanyakan hal-hal berikut:

  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Pendidikan terakhir
  • Pekerjaan
  • Penghasilan per bulan
  • Pengeluaran per bulan
  • Media sosial apa saja yang digunakan
  • Berapa jam mengakses media sosial
  • Konten seperti apa yang disukai di media sosial
  • Perangkat apa yang digunakan untuk mengakses media sosial
  • Berapa budget yang dikeluarkan untuk koneksi internet
  • Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang bisa membantu Anda memahami calon pelanggan

Intinya, Anda harus bisa memperoleh informasi berupa karakteristik orang berpotensi menjadi konsumen Anda. Alhasil, Anda bisa membuat strategi social media marketing yang spesifik. Dengan begitu, Anda tidak akan membuat konten yang asal-asalan.  

2. Tentukan Media Sosial yang Tepat

Setelah tahu siapa target audiens Anda, kini saatnya untuk memilih media sosial yang tepat untuk mereka. Anda tidak bisa menggunakan semua media sosial yang ada. Mengapa? 

Alasan pertama, tidak semua media sosial cocok untuk target audiens Anda. Bayangkan, Anda membuat konten di media sosial yang tidak digunakan oleh target audiens Anda. Hanya buang-buang waktu, bukan?

Alasan kedua, Anda membutuhkan banyak tenaga dan ide konten untuk media sosial yang Anda gunakan. Apabila menggunakan semua media sosial yang ada, tentu Anda akan kerepotan. Alih-alih mendapatkan keuntungan dari media sosial, Anda malah akan tidak fokus dan kehilangan arah. 

Lalu, bagaimana caranya menentukan media sosial yang tepat?

Pertama, Anda sudah mendapatkan informasi dari survei yang Anda lakukan sebelumnya. Pilih setidaknya tiga media sosial yang paling sering disebutkan oleh audiens. Misalnya, mereka banyak yang menjawab Instagram, Twitter, dan LINE. 

Kedua, Anda bisa fokus ke tiga media sosial tersebut terlebih dahulu. Buat kampanye-kampanye marketing di tiga media sosial tersebut. Kemudian lihat hasilnya dalam beberapa bulan ke depan. Mana media sosial yang paling bagus engagement-nya? Mana yang kurang bagus?

Ketiga, Anda bisa menilai mana media sosial yang layak untuk dipertahankan untuk strategi social media marketing Anda. Jadi, jangan latah mengikuti kompetitor. Belum tentu kompetitor Anda telah memilih media sosial yang tepat.

3. Tetapkan Goal yang Bisa Diukur

Target audiens sudah dapat, media sosial pilihan juga sudah dapat. Kini, saatnya Anda menentukan apa yang ingin Anda capai dari social media marketing ini. Ingat, Anda tidak sedang mengelola media sosial pribadi. Jadi semua yang Anda lakukan harus jelas apa tujuannya. 

Dalam menentukan tujuan social media marketing, tentu Anda juga harus menyesuaikannya dengan kondisi bisnis Anda. Dengan begitu, Anda bisa membuat tujuan yang realistis sehingga Anda dapat mencapainya. 

Misal, jika baru memulai bisnis, Anda bisa menargetkan untuk mendapatkan follower baru. Jumlah follower pada fase awal social media marketing sangatlah penting. Baru setelah mendapatkan follower di angka yang stabil, Anda bisa menentukan tujuan lain yang lebih menantang. Anda bisa berencana untuk meningkatkan brand awareness, meningkatkan engagement, hingga mendapatkan leads atau pelanggan baru. 

4. Buat Konten yang Dibutuhkan Audiens

Kita telah sampai pada bab paling krusial, yaitu konten. Kenapa ini krusial? Karena tanpa konten social media marketing Anda tidak bisa berjalan sama sekali. Namun, tak perlu khawatir. Sebab Anda telah melakukan riset, memilih media sosial yang tepat, dan punya tujuan yang jelas. Jadi proses membuat konten ini akan lebih mudah.

Ada beberapa prinsip yang harus Anda pegang ketika membuat konten untuk media sosial. Pertama, selalu ingat Anda membuat konten untuk audiens, bukan untuk diri Anda sendiri. Kesalahan ini seringkali dilakukan oleh pemula yang baru terjun ke social media marketing.

Ketika membuat konten, selalu tanyakan “Apakah audiens saya membutuhkan ini?”. Mungkin menurut Anda sebuah ide terlihat menarik. Namun, audiens Anda belum tentu berpikir yang sama. Jadi, usahakan posisikan diri Anda sebagai audiens ketika membuat konten untuk media sosial.

Kedua, tentukan style yang sesuai dengan brand Anda. Sebagai brand, Anda harus punya style yang unik dan mudah diingat. Dengan begitu, orang akan mudah mengenali Anda. Brand Anda juga akan mudah menonjol di antar brand-brand lain yang menjual produk serupa.

Style ini bisa dilihat dari logo, warna, gaya bahasa, tagline, slogan, hingga kata sapaan yang Anda pilih. Tentukan komponen-komponen tersebut di awal dan gunakan secara konsisten di setiap postingan media sosial Anda. 

Ketiga, buat konten yang interaktif. Anda juga harus membuat konten yang interaktif agar komunikasi yang terjadi bukan satu arah dari Anda saja, tapi juga dari konsumen. Dorong konsumen untuk memberikan komen, like, hingga share konten Anda di media sosial. Ini akan membantu Anda meningkatkan engagement media sosial.

5. Tentukan Jadwal Posting di Media Sosial

Mungkin Anda pernah melihat informasi seperti ini:

  • Pukul 10 pagi sampai 1 siang adalah waktu paling tepat untuk posting di Instagram
  • Pukul 2 siang sampai 4 sore adalah waktu paling tepat untuk posting di Twitter
  • Dan semacamnya

Apakah informasi-informasi tersebut benar adanya? Bisa jadi benar, tapi belum tentu cocok untuk bisnis Anda. Untuk tahu waktu terbaik posting, berapa kali posting yang ideal, hingga jadwal posting, Anda sendiri yang bisa mengetahuinya.

Bagaimana caranya? Tentu dari percobaan-percobaan yang Anda lakukan. Selain itu, Anda juga perlu memanfaatkan fitur analytics dari media sosial yang Anda gunakan. Anda tidak bisa mengikuti saran dari orang lain secara mentah-mentah. Sebab kondisi bisnis Anda bisa saja berbeda dari orang yang memberikan Anda saran.

6. Manfaatkan Ads

Pada poin manfaat social media marketing, kami sudah menyebutkan soal retargeting. Nah, itu bisa Anda lakukan melalui ads. Setiap platform media sosial biasanya menyediakan fitur ads. Facebook, Instagram, YouTube, hingga Twitter adalah beberapa media sosial yang memungkinkan Anda memasang ads. 

Ads bisa membantu Anda untuk meningkatkan reach (jangkauan) postingan Anda. Terlebih lagi kini banyak media sosial yang tidak lagi menggunakan algoritma timeline. Ini menyebabkan banyak bisnis kehilangan organic reach. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan ads ini.

Selain itu, dengan ads, Anda bisa menargetkan siapa yang akan melihat iklan Anda. Anda bisa membuat target sespesifik mungkin, dari usia hingga kebiasaan. Alhasil, hanya orang-orang yang sesuai dengan karakteristik pelanggan Anda yang bisa melihat ads yang Anda buat. Dengan begitu, Anda bisa menghemat biaya dan menjangkau orang-orang yang potensial

7. Gunakan Tool Social Media Marketing

Terakhir yang tidak kalah penting adalah Anda perlu menggunakan tool media sosial. Sekali lagi, mengelola media sosial untuk bisnis berbeda dengan mengelola media sosial pribadi. Jadi, Anda tidak bisa hanya sekadar menggunakan akun-akun di media sosial.

Anda membutuhkan tool tambahan untuk membantu Anda menjalankan social media marketing, dari menjadwalkan posting konten hingga menganalisis konten. Banyak tool yang bisa Anda pilih. Ada yang gratis. Ada juga yang berbayar. Beberapa di antaranya adalah Buffer, Sprout Social, IFTTT, dan Hootsuite. 

Sudah Siap Menerapkan Social Media Marketing?

Demikian artikel mengenai social media marketing. Harapannya kini Anda sudah paham bagaimana cara memasarkan bisnis di media sosial. Hal yang perlu selalu diingat adalah Anda tidak bisa mengelola media sosial untuk bisnis sama seperti media sosial pribadi. Ada tujuan yang harus Anda capai dalam social media marketing. 

Nah, bagaimana dengan bisnis Anda? Apa tujuan social media marketing Anda? Anda bisa ikuti panduan di artikel ini untuk menyusun strategi social media marketing Anda. Yuk mulai terapkan cara-cara di atas segera!