Bisnis online kini makin banyak peminatnya. Orang-orang ingin memulai bisnis online karena berbagai alasan. Dari bisa menghasilkan uang dari rumah, tidak perlu punya toko fisik, hingga sebagai penghasilan tambahan. Apa pun alasannya, bisnis online adalah pekerjaan yang harus dilakukan dengan serius

Anda tidak bisa hanya sekadar memposting produk di media sosial lalu berharap ada orang yang akan membelinya. Yang Anda butuhkan adalah strategi bisnis online yang tepat! Nah, di artikel ini kami akan menjelaskan secara tuntas bagaimana cara bisnis online yang benar dan bisa menghasilkan uang. 

Panduan Lengkap Cara Bisnis Online dalam 6 Langkah

Memulai bisnis online memang tidak mudah, tapi bukan berarti mustahil. Anda hanya perlu panduan yang tepat untuk memulai bisnis online yang sukses. Setidaknya ada enam langkah yang perlu Anda lakukan untuk memulai bisnis online. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Temukan Ide Bisnis

Memulai bisnis tidak bisa dilakukan tanpa ada ide bisnis yang cemerlang. Anda tidak bisa hanya sekadar mengikuti tren yang sedang booming. Tren booming itu umurnya hanya sebiji jagung. Bulan ini bisnis X booming, bulan depan bisnis Y yang booming.  

Anda akan kesulitan jika hanya mengikuti bisnis yang sedang booming, tidak ada habisnya. Selain itu, mengikuti tren yang sedang booming membuat bisnis Anda tidak spesial. Pelanggan bisa mencari pengganti dari produk Anda dengan mudah. Oleh karena itu, Anda harus punya ide bisnis sendiri yang unik dan berbeda dari yang lain. 

Bagaimana cara menemukan ide bisnis yang unik? 

  • Temukan Hal yang Anda Suka

Untuk menemukan ide bisnis yang unik, mulai dari diri Anda sendiri. Kegiatan apa yang Anda sukai? Bisa hobi atau apa pun yang benar-benar Anda punya passion di dalamnya. 

Anda suka memasak? Explore ide di area kuliner. Anda suka online gaming? Explore ide di ranah gaming. Anda suka traveling? Explore ide soal jalan-jalan dan wisata. Temukan sesuatu yang membuat Anda passionate dan cari ide bisnis di bidang tersebut. 

Mencari ide bisnis yang sesuai passion akan memudahkan proses membangun bisnis Anda ke depannya. Sebab Anda memang suka dan tertarik dengan bidang tersebut. Jadi, Anda tidak akan merasa keberatan untuk bersusah payah menggeluti bidang yang Anda sukai.

  • Temukan Masalah di Sekitar Anda

Temukan masalah-masalah yang ada di bidang yang sudah Anda pilih sebelumnya. Ide bisnis yang bagus biasanya dimulai dari masalah. Hampir semua bisnis-bisnis yang sudah besar sekarang dimulai dari masalah yang dialami pendirinya.

Nadiem Makarim, founder Gojek, memulai bisnisnya dari masalah yang ia temukan ketika berangkat kerja. Ia kesulitan menemukan angkutan ojek dan berinisiatif untuk memulai ojek online. Ferry Unardi, founder Traveloka, mendapatkan ide bisnisya ketika ia kesulitan mencari tiket pesawat pulang dari Amerika Serikat ke Indonesia.

Dua bisnis di atas adalah sejumlah contoh orang yang memulai bisnisnya dari masalah yang mereka temukan di kehidupan sehari-hari. Jadi, mulai cari masalah di sekitar Anda. Tidak harus masalah yang besar. Cukup cari masalah kecil di kehidupan sehari-hari. 

  • Asumsikan Solusi dari Masalah Tersebut

Jika sudah menemukan masalah, sekarang mulai buat asumsi apa solusi yang bisa Anda tawarkan. Tentu Anda tidak harus langsung membuat aplikasi seperti Gojek atau Traveloka. 

Mulai dari hal kecil terlebih dahulu. Hal yang paling mungkin bisa Anda lakukan dalam waktu dekat. Bahkan pada awal berdirinya Gojek, Nadiem Makarim membuat proses order menggunakan metode SMS terlebih dahulu. Jadi, mulai dari solusi yang paling mungkin Anda lakukan terlebih dahulu. 

2. Lakukan Riset Pasar

Pada langkah sebelumnya, Anda sudah menemukan masalah dan solusi untuk ide bisnis Anda. Namun, itu baru asumsi. Agar ide bisnis bisa lebih diterima pelanggan, Anda perlu melakukan riset pasar terlebih dahulu. 

Riset pasar ini berguna untuk mengetahui keadaan pasar yang Anda targetkan. Apa tantangan yang akan Anda hadapi ketika memulai bisnis, seperti apa kebiasaan calon pelanggan, hingga perkiraan strategi yang perlu Anda susun. 

Anda bisa memulai riset pasar dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini

  • Cek Tren di Google dan Media Sosial

Pertama, cek tren ide bisnis Anda di Google dan media sosial. Cari tahu apakah ada orang yang mengalami masalah serupa dengan Anda? Apa yang mereka cari di Google dan media sosial mengenai hal-hal yang terkait dengan ide bisnis Anda? 

Apa yang Anda lakukan ini berfungsi sebagai validasi ide. Anda perlu memvalidasi atau memastikan bahwa bukan Anda saja yang mengalami masalah tersebut. Ada orang lain mengalami masalah yang sama. Artinya, ada peluang bisnis di situ. 

  • Cari Tahu Produk yang Sudah Ada

Kedua, cari tahu apakah sudah ada produk lain yang menawarkan hal serupa dengan produk Anda. Apakah produk Anda adalah yang pertama? Atau apakah sudah ada produk lain yang sudah lama di pasaran? 

Pada tahap ini, Anda cukup membuat daftar produk-produk yang menawarkan solusi serupa dengan produk Anda. Anda akan melakukan riset kompetitor di langkah ketiga. Hal ini disebabkan pembahasannya yang cukup panjang. 

  • Lakukan Survei Pasar

Di langkah sebelumnya, Anda hanya melihat masalah dari sudut pandang Anda sendiri. Dengan riset, bisa tahu pandangan orang lain mengenai ide bisnis Anda. Jadi, ide bisnis Anda tidak didasarkan pada asumsi pribadi saja.

Cari tahu apa pandangan mereka tentang bisnis Anda, apa saja masalah yang mereka hadapi, apa ekspektasi mereka terhadap bisnis Anda, dan lain sebagainya. Anda bisa memanfaatkan platform seperti Google Docs, Survey Monkey, dan Typeform untuk melakukan survei ini. 

3. Riset Kompetitor

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Anda perlu melakukan survei kompetitor. Ini penting agar Anda bisa membuat produk yang bisa memenangkan persaingan di pasaran. Terlebih lagi, kompetitor sudah ada dulu sebelum produk Anda. 

Jadi, Anda harus mempelajarinya agar bisa tahu apa value yang bisa Anda tambahkan agar produk Anda menjadi unik. Berikut langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk menganalisis kompetitor:

  • Identifikasi Kompetitor

Tidak semua kompetitor sama. Anda tidak perlu menganalisis semua kompetitor yang ada. Terlalu banyak dan akan memakan waktu Anda. Maka dari itu, Anda perlu mengidentifikasi kompetitor mana saja yang layak dianalisis. 

Setidaknya ada tiga level kompetitor. Kompetitor utama, kompetitor sekunder, dan kompetitor tersier. Kompetitor utama adalah bisnis yang produknya mirip dengan milik Anda dan punya target pasar yang sama. 

Kompetitor sekunder adalah kompetitor dengan produk mirip, tapi menargetkan pasar yang berbeda. Sedangkan kompetitor tersier adalah bisnis dengan produk jauh berbeda dari produk Anda, tapi produk mereka digunakan target pasar Anda. 

Dari tiga kompetitor di atas, tentu Anda perlu memprioritaskan analisis pada kompetitor utama. Mereka punya produk yang sama dan menargetkan pasar yang sama. Jadi, Anda perlu memfokuskan pada jenis kompetitor ini.

  • Amati Website dan Media Sosial Kompetitor

Dari langkah sebelumnya, Anda telah mendapatkan daftar kompetitor utama yang akan Anda analisis. Hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah website mereka. Di sana Anda bisa mendapatkan informasi lengkap, dari daftar produk yang dijual, harga, customer service, fitur, bahkan hingga info pendiri perusahaannya. 

Coba lakukan pemesanan di kompetitor Anda. Cari tahu bagaimana alur pembelian di sana. Apakah mereka menawarkan diskon khusus, apakah ada kode kupon khusus, dan bagaimana metode pembayaran yang diterapkan. 

Jika perlu, Anda juga bisa mencoba menghubungi customer service kompetitor. Anda bisa bertanya sebagai pelanggan. Dengan begitu, Anda bisa tahu kualitas customer service yang diberikan. 

Selain website, Anda juga perlu mengamati media sosial resmi kompetitor. Dari situ, Anda bisa tahu promosi apa saja yang dijalankan kompetitor, bagaimana respon pelanggan mereka, hingga konten apa saja yang mereka buat. 

  • Lihat Review Produk Kompetitor

Melihat website dan media sosial kompetitor saja belum cukup. Anda juga harus lihat review produk mereka. Anda bisa melihatnya di profil Google Bisnisku, grup Facebook, postingan media sosial, grup Facebook, blog, hingga forum online.

Temukan apa yang pelanggan katakan tentang kompetitor. Biasanya pelanggan lebih jujur ketika mereview produk yang mereka gunakan. Cari tahu apa yang mereka sukai dan apa yang mereka tidak sukai dari kompetitor Anda. 

  • Buat List Berisi Kelebihan dan Kekurangan Kompetitor

Setelah mengamati website, media sosial, hingga review kompetitor, buatlah daftar berisi kelebihan dan kekurangan mereka. Dengan begitu, Anda paham mengapa orang menggunakan produk kompetitor. 

Selain itu, Anda juga akan tahu fitur apa yang dibutuhkan pelanggan, tapi belum disediakan oleh kompetitor. Anda bisa menjadikan ini sebagai celah untuk memenangkan persaingan pasar. 

4. Buat Produk

Analisis pasar sudah, analisis kompetitor juga sudah. Kini Anda punya bekal yang cukup untuk membuat produk sendiri. Apa pun produk atau layanan yang Anda buat, setidaknya ada tiga prinsip yang harus Anda ikuti, yaitu:

  • Pastikan Produk Anda Menyelesaikan Masalah Pelanggan

Prinsip pertama dan paling utama adalah buat produk yang menyelesaikan masalah pelanggan. Yang pelanggan beli adalah solusi yang Anda tawarkan. Mereka butuh solusi itu untuk menyelesaikan masalah mereka. 

Ketika membuat produk, selalu tanyakan ini, “Apakah produk ini akan menyelesaikan masalah pelanggan?” “Apakah hidup pelanggan akan lebih mudah menggunakan produk ini?”

Ingat, Anda membuat produk bukan untuk diri Anda sendiri. Anda perlu menjualnya, memasarkannya ke orang lain. Jadi, pastikan produk tersebut bisa jadi solusi untuk banyak orang, bukan untuk diri Anda sendiri.

  • Buat Produk yang Berbeda dari Kompetitor

Setelah memastikan produk yang Anda buat bisa menyelesaikan masalah pelanggan, Anda juga perlu membuat produk tersebut unique selling point (USP). USP adalah keunikan yang menjadi alasan pelanggan membeli produk tersebut. 

Tanpa memiliki USP, produk Anda akan menjadi sama seperti produk lain di pasaran. Pelanggan jadi tak punya alasan untuk memilih produk Anda. Karena itulah, Anda harus menambahkan keunikan tersendiri di produk Anda. Keunikan tersebut bisa berupa harga, fitur, bonus, dan lain sebagainya. 

  • Tentukan Market Positioning Bisnis Anda

Jika produk Anda sudah punya USP, Anda akan lebih mudah dalam menentukan market positioning. Market positioning adalah persepsi utama pelanggan terhadap produk Anda. Sederhananya, Anda ingin produk Anda dikenal seperti apa? 

Apakah karena harganya yang murah? Atau fitur yang tidak bisa ditemukan di produk lain? Atau bahkan nilai lebih berupa gengsi jika membeli produk tersebut? Salah satu contoh market positioning yang berhasil adalah Apple.

Apple mampu memposisikan produknya sebagai barang elektronik mewah. Orang yang menggunakannya tidak membelinya hanya karena fitur, tapi karena gengsi. Itulah nilai lebih yang dijual Apple. Pelanggan bahkan rela mengeluarkan uang banyak hanya untuk mendapatkan gengsi tersebut.

  • Buat Identitas Produk

Proses terakhir dalam membuat produk adalah menciptakan identitasnya. Ada tiga komponen identitas dasar produk, yaitu nama, logo, dan tagline. 

Pertama, buatlah nama produk yang mudah diingat orang. Hindari nama yang terlalu generik dan nama yang terlalu rumit. Buat nama yang singkat, unik, dan mudah diingat. Selain itu, nama juga harus merepresentasikan nilai-nilai bisnis Anda. 

Komponen identitas produk yang kedua adalah logo. Logo juga harus unik dan mudah diingat. Jangan sampai menyerupai logo produk lain, terutama kompetitor. Terakhir, buat juga tagline yang menggambarkan keunikan produk Anda. Dengan begitu, ketika mendengar nama bisnis Anda, orang langsung ingat taglinenya. 

5. Siapkan Platform Bisnis Online

Anda telah berhasil melakukan riset pasar hingga membuat produk pada langkah-langkah sebelumnya. Kini saatnya mulai mempersiapkan platform bisnis online. Ada ti3a platform dasar untuk semua bisnis online, yaitu akun resmi media sosial, website, dan Google Bisnisku. Berikut penjelasannya masing-masing:

  • Buat Akun Resmi Media Sosial

Pertama, buatlah akun resmi di media sosial untuk bisnis Anda. Media sosial adalah platform paling tepat untuk menjangkau pelanggan Anda. Sebab kebanyakan dari mereka menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. 

Namun, mungkin Anda bingung, platform media sosial mana yang harus digunakan. Ada banyak platform media sosial di luar sana. Ada Facebook, Instagram, Twitter, YouTube, LINE, dan masih banyak lagi. Mana yang harus Anda pilih? 

Tenang, Anda tak perlu menggunakan semuanya. Pilih saja satu sampai tiga platform media sosial utama untuk bisnis. Anda perlu memilihnya berdasarkan kebiasaan calon pelanggan Anda.

Saat melakukan riset pasar, tentu Anda menanyakan media sosial apa yang sering mereka gunakan. Nah, dari situlah Anda bisa mendapatkan informasi media sosial mana yang berpotensi untuk menjangkau calon pelanggan. 

Buatlah akun resmi untuk bisnis Anda di media sosial tersebut. Saat bisnis sudah berjalan, Anda bisa melakukan uji coba apakah media sosial tersebut cocok atau tidak untuk menjalankan pemasaran. Jika iya, Anda bisa tetap meneruskan penggunaannya. Apabila memang tidak memberikan hasil yang baik, Anda bisa beralih ke platform media sosial lain.

  • Buat Website Resmi

Platform bisnis online kedua yang harus Anda buat adalah website. Mungkin masih ada orang yang menganggap membuat website itu sulit. Padahal, membuat website itu gampang sekali. 

Anda tidak memerlukan kemampuan coding atau programming. Anda hanya membutuhkan WordPress. Ya, dengan WordPress, Anda bisa membuat website dengan mudah. 

Memiliki website sendiri untuk bisnis online punya banyak keuntungan. Pertama, bisnis Anda lebih mudah dipercaya oleh konsumen. Sebanyak 92 persen pelanggan lebih percaya pada bisnis yang punya website. 

Kedua, Anda tidak terikat peraturan apa pun. Berbeda ketika berjualan di marketplace, dengan punya website sendiri, Andalah yang membuat peraturan. Ketiga, bisnis Anda bisa muncul di hasil pencarian Google. Mengingat banyaknya orang yang mencari tahu produk lewat Google, produk Anda mau tidak mau harus muncul di hasil pencariannya. Dengan begitu, makin banyak pelanggan yang bisa menemukan produk Anda. 

  • Daftar Google Bisnisku

Platform terakhir yang tak kalah penting adalah Google Bisnisku. Google Bisnisku memungkinkan bisnis Anda untuk muncul di Google Maps. Dengan begitu, bisnis Anda akan muncul di hasil pencarian lokal. Ini tentu sangat menguntungkan, terutama untuk bisnis kuliner atau travel. 

Selain itu, ketika orang mencari bisnis Anda, mereka juga akan bisa melihat profil bisnis di hasil pencarian Google. Mereka bisa melihat nama bisnis, alamat, nomor telepon, website, hingga rating dan review bisnis Anda. 

6. Susun Strategi Marketing Online

Setelah menyiapkan semua platform utama untuk bisnis online, kini saatnya menyusun strategi marketing. Di bawah ini kami akan menjelaskan tiga strategi utama dalam menjalankan pemasaran secara online. 

Strategi pertama yang harus Anda lakukan adalah SEO (Search Engine Optimization). Sederhananya, strategi ini adalah upaya untuk memastikan website Anda muncul di halaman pertama hasil pencarian Google. 

Mengapa website Anda harus muncul di halaman pertama hasil pencarian Google? Sebab kebanyakan orang tidak melihat hasil pencarian di halaman kedua dan seterusnya. Jadi, website bisnis online Anda harus muncul di halaman pertama Google. 

SEO sendiri terbagi menjadi dua bagian, yaitu on page dan off page. On page SEO adalah optimasi yang dilakukan pada website itu sendiri. Langkah optimasi on page SEO terdiri atas peningkatan kecepatan loading website, perbaikan konten, internal linking, optimasi permalink, hingga optimasi gambar. 

Di sisi lain, off page SEO adalah optimasi yang dilakukan di luar website. Link building, promosi di media sosial, promosi di forum online, hingga guest post termasuk ke dalam jenis optimasi off page SEO. 

  • Social Media Marketing

Mengelola media sosial untuk bisnis berbeda dengan mengelola media sosial untuk akun personal. Dibutuhkan strategi yang matang agar pemasaran di media sosial bisa menghasilkan keuntungan bagi bisnis. 

Pada langkah kelima, Anda telah menentukan tiga media sosial utama yang akan digunakan untuk bisnis online. Selanjutnya, Anda perlu melakukan riset untuk mengetahui konten seperti apa yang cocok di masing-masing media sosial. 

Setelah itu, barulah Anda bisa mulai posting di media sosial. Anda tidak bisa posting terlalu sering atau posting terlalu jarang. Jika posting terlalu sering, pelanggan bisa merasa terganggu. Apabila jarang posting, pelanggan bisa lupa bisnis Anda.

Maka dari itu, postinglah secukupnya. Lalu “secukupnya” itu seberapa banyak? Tentu Anda sendiri yang bisa menjawab pertanyaan ini. Sebab kondisi bisnis online berbeda-beda. Anda perlu melakukan eksperimen untuk menemukan frekuensi posting media sosial yang tepat. 

  • Ads

Dalam bisnis online, Anda juga perlu memanfaatkan iklan. Tenang, iklan yang dimaksud di sini bukan iklan di televisi atau koran yang membutuhkan biaya besar. Iklan yang kami maksud adalah ads di Google dan media sosial. 

Google Ads, Facebook Ads, Instagram Ads, Twitter Ads, adalah YouTube Ads adalah beberapa platform ads yang cukup populer di kalangan para marketer online. Biaya yang Anda perlukan tidaklah besar untuk beriklan di platform-platform tersebut. Bahkan Anda bisa menentukan biayanya sendiri sesuai budget yang Anda punya. 

Selain bisa menentukan budget iklan sendiri, ada beberapa kelebihan  menggunakan platform ads. Pertama, Anda bisa menentukan target audiens yang spesifik. Kedua, Anda bisa memasang iklan di lokasi yang spesifik. Ketiga, Anda bisa mengukur keberhasilan iklan.