Siapa pun bisa membuat artikel. Namun untuk bisa membuat artikel yang menarik dan berkualitas, Anda memerlukan cara khusus. Anda tidak bisa menulis asal-asalan jika ingin artikel Anda dibaca oleh banyak orang.

Namun tak perlu khawatir. Sebab Anda sudah menemukan artikel yang tepat. Di sini Anda akan belajar bagaimana cara membuat artikel berkualitas dan menarik. Artikel ini akan membantu Anda mengembangkan skill menulis Anda sehingga bisa membuat artikel terbaik.

Cara-cara yang akan kami sampaikan di panduan ini bisa diterapkan oleh siapa saja. Blogger, penulis lepas, content writer, dan siapa pun yang ingin belajar membuat artikel berkualitas bisa mengikuti panduan ini. 

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, mulai belajar cara membuat artikel berkualitas dan menarik!  

Cara Membuat Artikel Berkualitas dalam 8 Langkah Mudah

Membuat artikel berkualitas itu tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa dipelajari. Kami akan membantu Anda membuat artikel terbaik Anda dalam delapan langkah mudah. Apa saja itu? Simak selengkapnya di bawah ini!

1. Pilih Topik yang Sesuai dengan Minat Anda

Ada banyak topik yang tren di internet. Dari topik kesehatan, teknologi, edukasi, sampai kecantikan. Namun, apakah Anda perlu membahas semua topik tersebut? Tentu tidak perlu. Anda hanya perlu fokus pada satu topik tertentu.

Fokus pada topik tertentu ini penting untuk beberapa alasan. Pertama, Anda akan lebih mudah menemukan ide untuk artikel. Terlalu banyak topik hanya akan membingungkan dan membuat Anda kehilangan arah. Alih-alih menulis artikel, Anda malah akan kebingungan memilih topik mana yang akan ditulis duluan. 

Kedua, Anda belum tentu tertarik dengan semua topik yang ada. Jadi pastikan Anda memilih topik yang sesuai dengan ketertarikan Anda. Ini akan membuat Anda menikmati proses dalam menulis artikel. Bayangkan jika Anda harus menulis artikel tentang topik yang tidak Anda sukai? Berat, bukan? 

Ketiga, dengan fokus pada satu topik, Anda bisa dikenal sebagai ahli di bidang tersebut. Misalnya, Anda suka topik otomotif. Anda bisa menulis berbagai artikel mengenai topik ini. Jika banyak orang yang membaca artikel-artikel otomotif Anda, mereka akan mengenal Anda sebagai ahli di bidang itu. 

2. Lakukan Riset Mengenai Topik Pilihan Anda

Sudah menemukan topik yang Anda sukai? Jika sudah, saatnya berlanjut ke langkah berikutnya, yaitu riset. Mungkin Anda bertanya-tanya, untuk membuat artikel juga diperlukan riset? Memang sepenting itu?

Yup, riset itu perlu dan memang sangat penting dalam membuat artikel. Anda perlu melakukan riset agar bisa menemukan berbagai macam ide di topik yang Anda pilih. Riset akan memperkaya ide-ide untuk tulisan Anda. 

Misalnya, tanpa riset, Anda sudah punya sekitar 10 ide tulisan. Nah, dengan riset, Anda bisa menemukan tambahan ide. Tidak hanya 10, Anda bahkan bisa menemukan hingga 30 atau bahkan 40 ide. Semakin banyak ide, tentu semakin bagus untuk blog Anda.

Selain menemukan ide baru, dengan riset Anda juga bisa menemukan apakah ide artikel Anda populer atau tidak. Apakah ada orang mencari tema tersebut di Google? Jika tidak ada, kemungkinan besar untuk dibaca orang tentu semakin kecil. Anda tidak mau itu terjadi, bukan?

Lalu bagaimana melakukan riset untuk artikel Anda?

Tenang, ada banyak tools yang bisa membantu Anda. Beberapa di antaranya adalah UberSuggest, Google Trends, dan Ahrefs. Tenang, untuk menggunakan UberSuggest dan Google Trends, Anda tidak memerlukan biaya sama sekali. 

Caranya pun cukup mudah. Cukup ketikkan kata kunci yang ingin Anda riset. Misalnya, kami melakukan riset untuk ide “cara menulis artikel” di UberSuggest.

Seperti yang bisa dilihat, Anda bisa menemukan berapa banyak orang yang mencari kata kunci tersebut di bagian Volume

Riset di Google Trends pun sama. Anda hanya perlu memasukkan ide yang ingin diriset seperti contoh di bawah ini:

Sebenarnya, tool riset gratis seperti UberSuggest dan Google Trends sudah cukup. Namun, jika Anda ingin fitur riset lebih banyak, Ahrefs bisa jadi pilihan. Ahrefs punya banyak fitur riset. Dari riset keyword, backlink, hingga riset kompetitor bisa Anda lakukan dengan Ahrefs.

3. Buat Outline untuk Masing-Masing Ide

Setelah melakukan riset di langkah sebelumnya, tentu Anda sudah punya banyak ide tulisan sekarang. Sebelum mulai menuliskan ide-ide tersebut, sebaiknya Anda membuat outline terlebih dahulu. 

Outline adalah kerangka tulisan yang berisi poin-poin penting yang akan Anda sampaikan di artikel. Dengan membuat outline, proses menulis artikel Anda akan jadi lebih mudah dan terarah. 

Anda bisa membuat outline seperti ini:

  • Judul Artikel
  • Opening
  • Poin penting pertama 
  • Poin penting kedua
  • Poin penting ketiga 
  • Poin penting keempat (dan seterusnya)
  • Penutup

Contohnya seperti artikel ini. Anda bisa lihat bahwa ada delapan poin penting yang ingin kami sampaikan. Jadi kerangka outline atau artikel ini kurang lebih seperti ini:

  • Opening
  • Cara Membuat Artikel Berkualitas dalam 8 Langkah Mudah
  • Pilih Topik yang Sesuai dengan Minat
  • Lakukan Riset Mengenai Topik Pilihan Anda
  • Buat Outline untuk Masing-Masing Ide (dan seterusnya)

Hasilnya, seperti yang Anda lihat sekarang. Artikel ini mudah dibaca karena poin-poin pentingnya sudah dibagi-bagi secara jelas saat membuat outline. 

4. Buat Opening yang Menarik

Anda harus memberikan kesan terbaik kepada pembaca sejak paragraf pertama di artikel Anda. Jika pembaca sudah menganggap paragraf pertama Anda membosankan atau tidak penting, mereka akan mencari artikel lain.

Ingat, ada banyak artikel lain dengan topik serupa! Jadi Anda harus bisa menarik perhatian pembaca sejak paragraf pertama. Bagaimana caranya?

Pertama, jangan buat opening yang bertele-tele. Sampaikan secara lugas apa yang akan Anda bahas di artikel dan apa manfaatnya bagi pembaca. Contohnya, di pembukaan artikel ini, kami langsung menyampaikan Anda akan mempelajari cara menulis artikel berkualitas dan menarik. 

Kedua, gunakan informasi atau fakta menarik kepada pembaca. Anda bisa memanfaatkan statistik. Informasi statistik akan membuat artikel Anda lebih dipercaya. Artinya, Anda membuat artikel berdasarkan sumber yang jelas.

Ketiga, posisikan diri Anda sebagai pembaca, pahami masalah apa yang sedang mereka hadapi. Dengan begitu mereka akan berpikir, “Wah, saya telah menemukan artikel yang tepat. Sepertinya artikel ini bisa membantu saya.”

5. Buat Artikel yang Solutif

Ketika pembaca mencari kata kunci di mesin pencari, mereka mencari artikel yang bisa menyelesaikan masalahnya. Misalnya, ketika bingung bagaimana cara membuat artikel, Anda mencarinya di Google. Lalu menemukan artikel ini. 

Nah, artikel ini berusaha membantu Anda untuk membuat artikel yang berkualitas. Kami membahas proses cara menulis artikel yang baik dari awal sampai akhir secara lengkap. Harapannya, setelah membaca artikel ini Anda bisa menulis artikel berkualitas di blog Anda.

Jadi, ketika Anda menulis sebuah artikel, selalu pastikan itu akan bermanfaat dan menyelesaikan masalah pembaca. Usahakan untuk selalu memberikan penjelasan selengkap mungkin. Dengan begitu, pembaca bisa mendapatkan manfaat dan solusi secara jelas.

Jika mendapatkan manfaat dan solusi yang jelas, tentu pembaca akan puas. Ketika mencari tema lain, mereka akan otomatis memilih untuk membaca artikel Anda lagi. Sebab mereka sudah percaya akan kualitas artikel yang Anda tulis. 

6. Gunakan Kalimat dan Paragraf Pendek

Jika ingin pembaca betah membaca artikel Anda, buat mereka nyaman. Terlebih lagi kalau Anda menulis artikel yang dibaca secara online. Pembaca harus benar-benar dibuat nyaman agar tidak tertarik untuk mencari artikel lain di kompetitor Anda.

Salah satu cara membuat pembaca nyaman adalah dengan membuat kalimat dan paragraf yang pendek. Buatlah kalimat yang bisa dibaca dalam satu helaan nafas. Untuk paragraf, sebaiknya Anda tidak membuatnya lebih dari 3 sampai 4 baris. 

Dengan membuat kalimat dan paragraf pendek, pembaca tidak akan kelelahan membaca artikel Anda. Selain itu, mereka juga akan lebih mudah menemukan poin-poin penting di artikel Anda.

7. Gunakan Kosakata yang Mudah Dimengerti

Sebagai penulis, Anda tidak tahu secara pasti siapa saja yang akan membaca artikel Anda. Apakah mereka pelajar? Mahasiswa? Atau bahkan mungkin lansia? Beragamnya pembaca membuat Anda harus membuat tulisan yang bisa dimengerti oleh siapa pun dari berbagai kalangan.

Nah, untuk itu Anda perlu membuat artikel dengan kosakata yang dipahami oleh masyarakat umum. Hindari kosakata yang sulit dimengerti. 

Misalnya seperti utilitas, distingtif, terintegrasi, mendemonstrasikan, akumulasi, dan semacamnya. Kata-kata tersebut sulit dipahami secara langsung oleh semua pembaca. Anda bisa menggantinya dengan kata-kata seperti manfaat (utilitas), terintegrasi (terhubung), distingtif (unik), menunjukkan (mendemonstrasikan), dan akumulasi (jumlah). 

8. Baca Lagi, Baca Lagi, dan Baca Lagi

Setelah selesai menulis artikel, apa yang harus Anda lakukan? Baca.

Ya, Anda harus membaca kembali tulisan yang sudah Anda tulis. Hal ini penting untuk membantu Anda menemukan typo atau kesalahan penulisan. Selain itu, membaca ulang artikel juga membantu untuk mengecek apakah tulisan sudah mudah dibaca atau belum. 

Jika sudah membaca berulang kali dan belum yakin, Anda bisa meminta tolong teman untuk membacanya. Minta pendapat teman Anda apakah artikel tersebut sudah layak dibaca atau belum. 

Apabila sudah dicek berulang kali dan sudah yakin dengan kualitasnya, Anda bisa menerbitkannya! Selamat, Anda telah berhasil membuat artikel pertama Anda!

Sudah Siap Membuat Artikel Terbaik Anda?

Bagaimana? Apakah langkah-langkah di atas sudah cukup membantu Anda? Nah, setelah membaca panduan di atas, kini Anda tentu sudah siap untuk membuat artikel terbaik. Apa pun topik artikel yang dipilih, Anda bisa menggunakan cara-cara di atas untuk menulisnya. 

Ada satu tips lagi dalam menulis artikel berkualitas. Apa itu? Mulai sekarang. Ya, mulai tulis artikel Anda sekarang juga. Menunda-nunda hanya akan membuat Anda malas dan tulisan tidak selesai. Jadi, yuk mulai menulis sekarang! Semoga artikel ini membantu Anda!